LIPID

Posted: Juli 11, 2013 in Uncategorized

 

 

TUGAS PAPER GIZI IKANI

LIPID

 

 

                                                   Di susun oleh :

                                     ANDRI HIDAYAT

                                     105080300111041

                                       TO3                    

 

 

 

           

 

 

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2013

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1              Latar Belakang

Lipid ialah Salah satu kelompok senyawa organik yang terdapat dalam turnbuhan, hewan atau manusia dan yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Untuk memberikan definisi yang jelas tentang lipid sangat sukar, sebab senyawa yang terrnasuk lipid tidak mempunyai rumus struktur yang serupa atau mirip.

Suatu lipid didefinisikan sebagai senyawa organik yang terdapat dalam alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut non-polar seperti suatu hidrokarbon atau dietil eter. Definisi ini terasa mencakup banyak macam senyawa. Berbagai kelas lipid dihubungkan satu sama lain berdasarkan kemiripan sifat fisisnya; tetapi bukan sifat kimia, fungsional dan struktur mereka, maupun fungsi-fungsi biologis mereka beranekaragam. Kelas-kelas yang biasa dianggap sebagai lipid yaitu: lemak dan minyak, terpen, dan steroid.

Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid , yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar,misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), Kloroform(CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya, lemak dan minyak dapat larut dalam pelarut yang disebutkan di atas karena lemak dan minyak mempunyai polaritas yang sama dengan pelaut tersebut.

Bahan-bahan dan senyawa kimia akan mudah larut dalam pelarut yang sama polaritasnya dengan zat terlarut.Tetapi polaritas bahan dapat berubah karena adanya proses kimiawi. Misalnya asam lemak dalam larutan KOH berada dalam keadaan terionisasi dan menjadi lebih polar dari aslinya sehingga mudah larut serta dapat diekstraksi dengan air. Ekstraksi asam lemak yang terionisasi ini dapat dinetralkan kembali dengan menambahkan asam sulfat encer (10 N) sehingga kembali menjadi tidak terionisasi dan kembali mudah diekstraksi dengan pelarut non-polar.

Lemak dan minyak merupakan senyawaan trigliserida atau triasgliserol, yang berarti “triester dari gliserol” . Jadi lemak dan minyak juga merupakan senyawaan ester . Hasil hidrolisis lemak dan minyak adalah asam karboksilat dan gliserol . Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang.

Sifat kimia dan fungsi biologinya juga berbeda-beda. Walaupun dernikian para ahli biokimia bersepakat bahwa lemak dan senyawa organik  mempunyai sifat fisika seperti lemak, dimasukkan dalam atu kelompok yang disebut lipid. Adapun sifat fisika yang dirnaksud ialah: (1) tidak larut dalam air, tetapi larut dalam satu atau lebih dan satu pelarut organik (2) ada hubungan dengan asam-asam lemak.

Lemak atau lipid merupakan komponen jaringan yang heterogen dan penggolongannya didasarkan atas kelarutannya dalam pelarut lemak. Lemak mempuyai sifat tidak larut dalam air. Adapun pelarut lemak., antara lain adalh eter, khloroform, benzena, karbotetrakhlorida, xilena, alkohol panas dan aseton panas. Komponen-komponen penyusun lemak dapat difraksionisasi lebih lanjut dengan menggunakkan perbedaan kelarutan didalam berbagai pelarut organik. Sebagai contoh fosfolipidmdapat dipisahkan dari sterol dan lemak atas dasar ketidaklarutan dalam aseton. Lemak diklasifikasikan menjadi lemak sedehana, lemak majemuk dan senyawa yang dapat digolongkan sebagai derivat-derivat lemak.

Senyawa yang dapat digolongkan sebagai derivat-derivat lemak adalah dari zat-zat tersebut diatas dapat dihidrolisis, misalnya menjadi asam-asam lemak, alkohol, gliserol, steroid, aldehid, keton, vitamin (A,D,E,K).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

ISI

 

2.1              Lipid

   2.1.1 pengertian lipid

Lipid (dari kata Yunani lipos, yang berarti lemak) merupakan penyusun tumbuhan atau hewan yang dicirikan oleh sifat kelarutannya. Terutama, lipid tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik non-polar; seperti eter (Fessenden and Fessenden, 1986).

Lipid dinyatakan sebagai senyawa yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau hewan yang larut dalam pelarut organic non-polar atau tidak larut dalam pelarut polar seperti air. Lipid dapat mencakup tiga golongan yaitu ester gliserol, steroid, dan terpen(Luhbanjono dan Kasmadi, 1991).

Lipid adalah kelompok besar molekul-molekul yang ada secara alami meliputi lemak, lilin, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida, fosfolipida, dan lain-lain.

Lipid merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air tetapi dapat diekstraksi dengan pelarut non polar seperti kloroform,eter, benzena. Senyawa-senyawa lipid tidak mempunyai rumus struktur yang sama dan sifat kimia serta biologinya juga bervariasi.

Lipid adalah zat yang termasuk senyawa heterogen yang terdapat dalam jaringan tanaman dan hewan, mempunyai sifat tidak larut dalam air dan larut dalam pelarut organik seperti ether, kloroform dan benzena. Salah satu kelompok yang berperan penting dalam nutrisi adalah lemak dan minyak. Lemak tersimpan dalam tubuh hewan, sedangkan minyak tersimpan dalam jaringan tanaman sebagai cadangan energi.

Lipid merupakan salah satu komponen esensial yang mampu meningkatkan aktivitas degradasi desaturase (Panji et al., 2002). Lipid juga sebagai sumber energi metabolik yang sangat penting dalam pembentukkan ATP. Lipid adalah kelompok nutrien yang sangat kaya energi. Perbandingan nilai energi lipid dengan zat-zat gizi adalah sebagai berikut :

Lipid 9,5 kkal/g

Protein 5,6 kkal/g

Karbohidrat 4,1 kkal/g

Berdasarkan hal tersebut, lipid dapat digunakan sebagai pengganti protein yang sangat berharga untuk pertumbuhan, karena dalam keadaan tertentu, trigliserida (fat dan oil) dapat diubah menjadi asam lemak bebas sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi metabolik dalam otot ternak, khususnya unggas dan monogastrik.

Lipid adalah zat organic yang sangat hidrofobik yang berart ibahwa zat-zat tersebut sangat sukar atau sama sekali tidak larut dalam air. Di dalam sel terdapat bermacam jenis lipid tetapi hanya terdapat tiga golongan yaitu lemak, fosfolipid, dan steroid. (Kimball, 1983)

Lipid adalah suatu sekelompok senyawa heterogen yang berhubungan dengan asam lemak, baik secara actual maupun potensial.Mereka memilik isifat yang sama, yaitu :

a.              relative tidak larut dalam air

b.              larut dalam pelarut non polar seperti eter, kloroform, dan benzene Supriyantini,2006)

 

   2.1.2    Perbedaan Dengan Lemak

Lemak/minyak merupakan asam karboksilat/asam alkanoat jenuh alifatis (tidak terdapat ikatan rangkap C=C dalam rantai alkilnya, rantai lurus, panjang tak bercabang) dengan gugus utama –COOH dalam bentuk ester/gliserida yaitu sesuatu jenis asam lemak atau beberapa jenis asam lemak dengan gliserol suku tinggi.

Sifat alkanoat atau asam karboksilat (spec. Oil & Grease, Lipida, dsb.)

Asam – asam alifatis :

1. C1 – C10 berwujud cair

2. >C10 berwujud padat

3. Titik didih naik dengan kenaikan MR. (massa atom relatif)

4. Asam – asam suku rendah baunya keras.

5. Membentuk ikatan hidrogen

6. Kelarutan dalam air bertambah dengan bertambahnya MR.

 

Jenis

Lemak

Minyak

Ikatan rangkap

Sedikit

Banyak

Titik leleh

Tinggi

Rendah

Wujud

Padat

Cair

Sumber

Umumnya dari hewani

Umumnya dari tumbuhan

Reaktifitas

Tidak mudah tengik

Mudah tengik

Tabel : Perbedaan minyak dengan lemak.

 

Rumus lemak :

CH3(CH2)14COOH : Asam Palmitat

CH3(CH2)16COOH : Asam Stearat

Rumus minyak :

CH3(CH2)7CH =CH(CH2)7 COOH : Asam Oleat

CH3(CH2)4 CH=CHCH2CH = CH(CH2)7 COOH : Asam Linoleat

CH3CH2CH=CHCH2CH = CHCH2CH = CH(CH2)7 COOH : Asam Linolenat

Lemak adalah suatu gliserida dan merupakan suatu ester. Apabila ester ini bereaksi dengan basa maka akan terjadi saponifikasi yaitu proses terbentuknya sabun dengan residu gliserol. Sabun dalam air akan bersifat basa. Sabun ( R COONa atau R COOK ) mempunyai bagian yang bersifat hidrofil (- COO -) dan bagian yang bersifat hidrofob (R – atau alkil). Bagian karboksil menuju air dan menghasilkan buih (kecuali pada air sadah), sedangkan alkil (R -) menjauhi air dan membelah molekul atau kotoran (flok) menjadi partikel yang lebih kecil sehingga air mudah membentuk emulsi atau suatu lapisan film dengan kotoran. Air adalah senyawa polar sedangkan minyak adalah senyawa non polar, jadi keduanya sukar bercampur oleh karena itu emulsinya mudah pecah. Untuk memantapkan suatu emulsi perlu ditambahkan suatu zat emulgator atau zat pemantap, antara lain :

1. Ca Butirat, Ethanol.

2. Senyawa pembentuk sel liofil,protein, gum, dan gelatin.

3. Garam Fe, BaOH, SO4, Fe(OH)SO4, PbSO4, Fe2O3, Tanah liat, CaCO3, dll.

Minyak tanah dan minyak pelumas adalah derivat dari minyak residu dan batu bara yang berisikan karbon dan nitrogen. Minyak bisa sampai ke perairan sebagai limbah. Sebagian besar lemak mengapung di dalam air limbah, akan tetapi ada juga yang mengendap terbawa oleh lumpur.

Asam lemak, bersama-sama dengan gliserol, merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipida pada makhluk hidup. Asam ini mudah dijumpai dalam minyak masak (goreng), margarin, atau lemak hewan dan menentukan nilai gizinya. Secara alami, asam lemak bisa berbentuk bebas (karena lemak yang terhidrolisis) maupun terikat sebagai gliserida.

Perbandingan model asam stearat (C18:0, atas), asam oleat (C18:1, tengah), dan asam α-linolenat (C18:3, bawah). Posisi cis pada ikatan rangkap dua mengakibatkan melengkungnya rantai dan mengubah perilaku fisik dan kimiawi ketiga asam lemak ini. Pelengkungan tidak terjadi secara nyata pada ikatan rangkap dengan posisi trans.

Asam lemak tidak lain adalah asam alkanoat atau asam karboksilat berderajat tinggi (rantai C lebih dari 6). Karena berguna dalam mengenal ciri-cirinya, asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya.

Asam lemak merupakan asam lemah, dan dalam air terdisosiasi sebagian. Umumnya berfase cair atau padat pada suhu ruang (27° Celsius). Semakin panjang rantai C penyusunnya, semakin mudah membeku dan juga semakin sukar larut.

 

2.1.3  Struktur Kimia lemak

   a. Asam Lemak

Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. Adapun rumus umum dari asam lemak yaitu:

CH3 (CH2)n COOH atau Cn H2n+1 – COOH

                        Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24.   Ada dua macam asam lemak yaitu

1.      Asam lemak jenuh (saturated fatty acid) Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap.

2.      Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid)Asam lemak ini memiliki satu atau lebih ikatan rangkap.

 

     b. Gliserida Netral

            Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi(berupa lemak atau minyak). Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1, 2atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol berikatan dengan 1asam lemak disebut monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemakdisebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid.

 

c. Lipid Kompleks

Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain.Contoh penting dari lipid kompleks adalah lipoprotein dan  glikolipid.

            1. Lipoprotein

                Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein.

            Ada 4 kelas mayor dari lipoprotein plasma yang masing-masing tersusun atas beberapa jenis lipid, yaitu :

1. Kilomikron

                Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan lain, kecuali ginjal.

            2. VLDL (very low – density lypoproteins)

            VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya menuju   jaringan lemak.

            3. LDL (low – density lypoproteins)

                           LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer

            4. HDL (high – density lypoproteins)

HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol ke hati.


d. Kolesterol

            Selain fosfolipid, kolesterol merupakan jenis lipid yang menyusun membran plasma. Kolesterol juga menjadi bagian dari beberapahormon.Kolesterol berhubungan dengan pengerasan arteri. Dalam hal ini timbul plaque pada dinding arteri, yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah karena arteri menyempit, penurunan kemampuan untuk meregang.Pembentukan gumpalan dapat menyebabkan infark miokard dan stroke.

 

 

Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid, misalnya testosteron dan progesteron. Steroid lainnya adalah kortison. Hormon ini berhubungan dengan proses metabolisme karbohidrat, penanganan penyakit arthritis rematoid, asthma,gangguan pencernaan dan sebagainya

 

Malam tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis. Malam sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit, rambut dan lain-lain. Malam merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai panjang. (www.scribd.com)                                                   

  2.1.4. Biosintesis lipid

Bertahun-tahun, sintesis Iemak dan minyak lemak oleh onganisme hidup dipercaya dipengaruhi secara sederhana oleh reaksi balik yang bertanggungjawab pada peruraiannya. Utamanya, hal ini termasuk hidrolisis ester gliserol-asam Iemak (gliserida) oleh enzim lipase dan diikuti penyingkiran dua unit atom karbon sebagai asetil-KoA dan rantai asam lemak oleh ß-oksidasi. Studi biosintesis menunjukkan bahwa pembentukan lipid ini menggunakan jalur kimia yang berbeda.
            Biosintesis asam lemak berjalan dengan sederet reaksi melibatkan dua komplek enzim plus ATP, NADPH2, Mn++, dan karbon dioksida

Pertama asetat bereaksi dengan KoA dan asetil-KoA yang terbentuk diubah oleh reaksi dengan karbon dioksida menjadi malonil-KoA. Ini selanjutnya bereaksi dengan asetil-KoA membentuk zantara dengan 5 unit karbon, yang mengalami reduksi dan eliminasi karbon dioksida membentuk butinil-KoA. Senyawa malonil-KoA bereaksi lagi dengan senyawa ini membentuk zantara dengan 7-atom karbon, yang direduksi menjadi kaproil-KoA. Pengulangan reaksi ini akan membentuk asam lemak (fatty acids) yang mempunyai atom karbon genap dalam rantainya (Gambar 3 — 3). Jadi bagian malonil-KoA, senyawa dengan 3 atom karbon, ternyata merupakan pemasok satuan 2 atom karbon dalam biosintesis asam lemak..

Jalur biosintesis asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acids), rantai cabang, jumlah atom karbon gasal dalam asam lemak, dan lain-lain modifikasi belum ditegakkan secara rinci.

Bagian molekul (moiety) gliserol yang digunakan dalam biosintesis lipid diturunkan utamanya dari isomer-L dari α-gliserofosfat (L- α-GP). Reaksi-reaksi yang terlibat dalam pembentukan tipe trigliserida dirangkum dalam Gambar 3-4. L-α-GP mungkin diturunkan baik dari gliserol bebas maupun zantara glikolisis, dihidroasetonfosfat bereaksi berturut-turut dengan 2 molekul asetil-KoA membentuk pertama asam L-α-flisofosfatidat , kemudian asam L-α-fosfatidat. Senyawa yang akhir ini diubah menjadi α,ß-digliserida, yang akan baik kembali kedaur asam fosfatidat atau bereaksi dengan asil-KoA dan asam Iemak untuk membentuk trigliserida.

Mengenai biosintesis asam Iemak yang penting dalam farmasi belum diketahui secara rinci. Misalnya ester alkohol tinggi pada malam mungkin terbentuk dari unit asam lemak yang lebih pendek dalam biosintesis yang analog dengan asam lemak. Senyawa hidrokarbon dari lemak terbentuk dari reduksi sekualena atau metabolit yang setara. (www.data-farmasi.blogspot.com)

 

2.2. Sifat fisika dan kimia lipid

            a. Sifat-sifat fisika Lemak dan Minyak

1.        Bau amis (fish flavor) yang disebabkan oleh terbentuknya trimetil-amin dari lecitin

2.        Bobot jenis dari lemak dan minyak biasanya ditentukan pada temperatur kamar

3.        Indeks bias dari lemak dan minyak dipakai pada pengenalan unsur kimia dan untuk pengujian kemurnian minyak.

4.        Minyak/lemak tidak larut dalam air kecuali minyak jarak (coastor oil), sedikit larut dalam alkohol dan larut sempurna dalam dietil eter,karbon disulfida dan pelarut halogen.

5.        Titik didih asam lemak semakin meningkat dengan bertambahnya panjang rantai karbon

6.        Rasa pada lemak dan minyak selain terdapat secara alami ,juga terjadi karena asam-asam yang berantai sangat pendek sebaggai hasil penguraian pada kerusakan minyak atau lemak.

7.        Titik kekeruhan ditetapkan dengan cara mendinginkan campuran lemak atau minyak dengan pelarut lemak.

8.        Titik lunak dari lemak/minyak ditetapkan untuk mengidentifikasikan minyak/lemak

9.        Shot melting point adalah temperatur pada saat terjadi tetesan pertama dari minyak / lemak

10.    Slipping point digunakan untuk pengenalan minyak atau lemak  alam serta pengaruh kehadiran komponen-komponennya

 

 

b. Sifat Kimia

    Sifat-sifat Kimia Minyak dan Lemak

1. Esterifikasi

Proses esterifikasi bertujuan untuk asam-asam lemak bebas dari trigliserida, menjadi bentuk ester. Reaksi esterifikasi dapat dilakukan melalui reaksi kimia yang disebut interifikasi atau penukaran ester yang didasarkan pada prinsip transesterifikasi Fiedel-Craft.

 

 

2. Hidrolisa

Dalam reaksi hidrolisis, lemak dan minyak akan diubah menjadi asam-asam lemak bebas dan gliserol. Reaksi hidrolisi mengakibatkan kerusakan lemak dan minyak. Ini terjadi karena terdapat terdapat sejumlah air dalam lemak dan minyak tersebut.

3. Penyabunan

Reaksi ini dilakukan dengan penambahan sejumlah larutan basa kepada trigliserida. Bila penyabunan telah lengkap, lapisan air yang mengandung gliserol dipisahkan dan gliserol dipulihkan dengan penyulingan.

 

4. Hidrogenasi

Proses hidrogenasi bertujuan untuk menjernihkan ikatan dari rantai karbon asam lemak pada lemak atau minyak . setelah proses hidrogenasi selesai , minyak didinginkan dan katalisator dipisahkan dengan disaring . Hasilnya adalah minyak yang bersifat plastis atau keras , tergantung pada derajat kejenuhan.

 

5. Pembentukan keton

Keton dihasilkan melalui penguraian dengan cara hidrolisa esterr.

6. Oksidasi

Oksidasi dapat berlangsung bila terjadi kontak antara sejumlah oksigen dengan lemak atau minyak . terjadinya reaksi oksidasi ini akan mengakibatkan bau tengik pada lemak atau minyak. (Fessenden,1986)

 

 

2.3 Klasifikasi Lipid

   Lipid dapat diklasifikasikan menjadi :

·         Lipid Campuran (Compound lipids) yaitu ester asam lemak yang mengandung gugus tambahan selain alcohol dan asam lemak (selain mengandung unsure-unsur C, H, O, juga mengandung unsur N, S, P), seperti :

a.       Derivat lemak yaitu senyawa yang berasal dari golongan lipid sederhana dan lipid campuran dengan jalan hidrolisis, misalnya menjadi asam-asam lemak, alkohol, gliserol, steroid, aldehid, keton, dan vitamin (A, D, E, K).

b.      Fosfolipid yaitu ester asam lemak dengan gliserol yang juga mengandung asam fosfat, basa nitrogen, atau senyawa lainnya.

c.       Serebrosida (glikolipida) yaitu senyawa yang terdiri dari asam lemak dengan karbohidrat, mengandung basa nitrogen, tetapi tidak mengandung asam fosfat.

·         Lipid sederhana (simple lipids) yaitu lipid yang mempunyai struktur sederhana yang tersusun atas unsur-unsur C, H, O, dan tidak mengandung unsur-unsur yang lain. Dibedakan menjadi :

a.       Lilin (wax) adalah ester antara asam lemak dengan alkohol dengan bobot molekul besar (rantai C panjang) selain gliserol.

b.      Lemak (fat) adalah ester antara asam lemak dengan gliserol, sedang yang      dimaksud minyak adalah lemak dalam suhu kamar berbentuk cair.

 

a. Klasifikasi menurut Lehninger

1. Lipid komplek (yang bisa mengalami saponifikasi)

    contoh : trigliserida

2. Lipid sederhana (yang tidak bisa mengalami saponifikasi karena tidak mengandung gliserol contoh : terpen, steroid, prostaglandin dll.

 

b. Klasifikasi menurut Bloor

1. Lipid sederhana : Ester asam lemah dengan berbagai alkohol

    a. Lemak : Ester asam lemak dengan gliserol,  lemak cair dikenal sbg minyak

    b. Malam/wax : Ester asam lemak dengan alkohol mono hidrat BM tinggi

2. Lipid komplek : Ester asam lemak yang mengandung gugus lain disamping  alkohol dan asam lemak

      a. Fosfolipid : Mengandung residu asam fosfat

          contoh : gliserofosfo lipid, sfingosin

      b. Glukolipid : Mengandung karbohidrat

           contoh : sfingosin

      c. Lipid komplek lainnya

          contoh : sulfo lipid, amino lipid, lipoprotein

3. Derivat lipid /prekursor lipid

    Bentuk ini mencakup : as lemak, gliserol, steroid, aldehid lemak,

     benda-benda  keton, vitamin larut lemak, hormon

 

2.4. Fungsi lipid

     Lemak dan minyak merupakan senyawaan organik yang penting bagi kehidupan makhluk hidup.adapun lemak dan minyak ini antara lain:

  1. Memberikan rasa gurih dan aroma yang spesipek
  2. Sebagai salah satu penyusun dinding sel dan penyusun bahan-bahan biomolekul
  3. Sumber energi yang efektif dibandingkan dengan protein dan karbohidrat,karena lemak dan minyak jika dioksidasi secara sempurna akan menghasilkan 9 kalori/liter gram lemak atau minyak. Sedangkan protein dan karbohidrat hanya menghasilkan 4 kalori tiap 1 gram protein atau karbohidrat.
  4. Karena titik didih minyak yang tinggi, maka minyak biasanya digunakan untuk menggoreng makanan di mana bahan yang digoreng akan kehilangan sebagian besar air yang dikandungnya atau menjadi kering.
  5. Memberikan konsistensi empuk,halus dan berlapis-lapis dalam pembuatan roti.
  6. Memberikan tektur yang lembut dan lunak dalam pembuatan es krim.
  7. Minyak nabati adalah bahan utama pembuatan margarine
  8. Lemak hewani adalah bahan utama pembuatan susu dan mentega

Mencegah timbulnya penyumbatan pembuluh darah yaitu pada asam lemak esensial. (Ketaren, 1986)

    

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Lipid (dari kata Yunani lipos, yang berarti lemak) merupakan penyusun tumbuhan atau hewan yang dicirikan oleh sifat kelarutannya. Terutama, lipid tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik non-polar; seperti eter.

Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid , yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar,misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), Kloroform(CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya, lemak dan minyak dapat larut dalam pelarut yang disebutkan di atas karena lemak dan minyak mempunyai polaritas yang sama dengan pelaut tersebut.

Lipid merupakan salah satu komponen esensial yang mampu meningkatkan aktivitas degradasi desaturase.Lipid juga sebagai sumber energi metabolik yang sangat penting dalam pembentukkan ATP. Lipid adalah kelompok nutrien yang sangat kaya energi.

Lipid adalah zat yang termasuk senyawa heterogen yang terdapat dalam jaringan tanaman dan hewan, mempunyai sifat tidak larut dalam air dan larut dalam pelarut organik seperti ether, kloroform dan benzena. Salah satu kelompok yang berperan penting dalam nutrisi adalah lemak dan minyak. Lemak tersimpan dalam tubuh hewan, sedangkan minyak tersimpan dalam jaringan tanaman sebagai cadangan energi.

Lipid dapat digunakan sebagai pengganti protein yang sangat berharga untuk pertumbuhan, karena dalam keadaan tertentu, trigliserida (fat dan oil) dapat diubah menjadi asam lemak bebas sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi metabolik dalam otot ternak, khususnya unggas dan monogastrik.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Hart, Harold. (2003)  Kimia OrganikSuatuKuliahSingkat.Erlangga: Jakarta

Campbell, Reeche and Mitchel, 2002. Biologi.edisi ke 5.Alih bahasa Lestari, L. Penerbit Erlangga. Jakarta

Harper, H.A, Rodwell,V.W., Mayes,P.A.,1979. Biokimia. Diterjemahkan oleh Muliawan, M. Lange Medical Publication. Los Altos, California 94022.U.S.A.

Harold Hart,” Organic Chemistry”, a Short Course, Sixth Edition, Michigan State University, 1983, Houghton Mifflin Co.

Poedjiadi, Anna, 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : UI Press.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1320/1/tkimia-Netti.pdf

(http://greenhati.blogspot.com/2009/01/metabolisme-lipid.html)

http://duniainikecil.wordpress.com/2010/12/06/ekstraksi-dan-pemisahan-lipid-kompleks-by-fazza/

http://naynienay.wordpress.com/2008/01/28/lipid/

http://data-farmasi.blogspot.com/2010/06/biosintesis-dan-metabolisme-produk.html

http://www.ad4msan.com/2009/05/lipid-lemak.html#ixzz1OOPOimnB

http://www.rismaka.net/2009/06/uji-lipid.html

 

http://www.docstoc.com/Docs/DownloadFile.ashxdocId=117964745Diakses Tanggal 22 Maret 2013

TENTANG LIPID

Posted: Juli 11, 2013 in Uncategorized